Pengertian Warna Primer, Sekunder, dan Tersier, Materi Kelas 3 SD Tema 3

Pengertian Warna Primer, Sekunder, dan Tersier, Materi Kelas 3 SD Tema 3

daphnisys.com – Teman-teman pasti pernah mendengar tentang jenis warna primer, sekunder, dan tersier yang merupakan materi kelas 3 SD tema 3.

Tiga jenis warna ini merupakan bagian dari unsur seni rupa, lo.

Sebelum kita membahasa tiga jenis warna tersebut, mari pelajari dulu bergam unsur dalam seni rupa.

Unsur seni rupa terdiri dari 8 jenis yaitu titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.

Setiap unsur dalam seni rupa itu memiliki peranan penting pada sebuah karya.

Salah satu yang memiliki pernan penting adalah unsur warna.

Warna merupakan salah satu unsur yang mendominasi dalam sebuah karya. Penggunaan warna pada sebuah gambar memberikan kesan seperti benda nyata.

Selain menunjukan gambar seperti benda asli, warna juga menjadi simbol suasana hati.

Dengan menggunakan pemilihan warna dari gelap terang, teman-teman bisa menunjukan emosi pada sebuah gambar.

Seperti penggunaan warna biru cerah, hijau cerah, dan kuning bisa menunjukan emosi bahagia.

Sedangkan warna-warna gelap seperti hitam, merah, dan biru gelap akan menunjukan kesan sedih atau ketakutan pada gambar.

Warna pada gambar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu warna primer, sekunder, dan tersier.

Baca Juga:

Makna Isi dan Simbol dari Sila Ketiga Pancasila, Materi Kelas 3 SD Tema 8

Warna Primer

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), primer adalah sesuatu yang pertama, terutama, dan pokok.

Dari itu warna primer adalah warna utama, atau warna dasar.

Pada warna primer ini terdapat tiga warna yang menjadi dasar untuk membentuk warna lainnya.

Warna primer ini adalah biru, merah dan kuning.

Bila teman-teman ingin melukis dengan cat air, bisa hanya menggunakan tiga warna dasar tersebut.

Dari tiga warna tersebut, teman-teman bisa mencampurkan dengan dua warna untuk membentuk warna lain.

Pencampuran warna tersebut bisa dilakukan dengan takaran yang berbeda-beda.

Takaran yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda.

Karena itu, sebagai warna dasar tiga warna itu menjadi pembentuk dari warna-warna lain.

Cara membentuknya pun dengan mencampurkan dan menggabungkan beberapa warna menjadi satu.

Dari penggabungan itu, teman-teman bisa menghasilkan ribuan warna baru.

Warna Sekunder

Menurut KBBI, sekunder memiliki arti sebagai sesuatu yang berkenaan dengan yang kedua atau tingkatan kedua.

Dari itu, warna sekunder merupakan warna pada tingkatan kedua.

Warna ini dihasilkan dari gabungan warna-warna primer.

Tingkat warna ini dijelaskan dalam sebuah teori brewster yang menggunakan roda warna untuk membagi tingkatan warna.

Roda warna itu pun diberi nama roda warna brewster. Pada roda pertama terdapat tiga warna dasar atau primer.

Lalu pada roda kedua terdapat roda sekunder yang merupakan warna campuran dari warna-warna primer.

Contoh

– Warna merah digabungkan dengan warna kuning akan menghasilkan warna oranye.

Warna merah dan kuning adalah warna primer. Hasil penggabungan dua warna itu akan menjadi warna sekunder yaitu oranye.

– Warna biru dan kuning yang digabungkan akan menjadi warna hijau.

Biru dan kuning adalah warna primer yang menghasilkan warna hijau yang merupakan warna sekunder.

Warna Tersier

Warna tersier sering disebut juga sebagai warna ketiga.

Sebutan itu berkaitan dengan pembentukan warna dari jenis warna ini.

Warna tersier adalah warna dari hasil pencampuran warna primer dan sekunder.

Pada pencampuran warna ini, warna sekunder akan dicampurkan dengan warna primer.

Pemilihan campuran akan dilakukan dengan berlawan dari roda warna Brewster.

Dalam pencampuran warna untuk membentuk warna tersier, campuran warna ini bisa menghasilkan sebuah warna kecokelatan.

Warna kecokelatan ini nantinya bisa menjadi tidak terbatas, karena perbandingan pada setiap pencampuran akan berbeda-beda.

Nah, itu tadi penjelasan tentang 3 jenis warna yang menjadi unsur dalam seni rupa.

Dari tiga warna dasar teman-teman bisa membuat banyak jenis warna yang berbeda-beda.