Pengertian Wiraga, Wirama, Wirasa, dan Wirupa dalam Seni Tari

daphnisys.com – Secara umum, seni tari adalah salah satu cabang seni yang mengekspresikan makna tertentu melalui gerakan tubuh.

Gerakan-gerakan tubuh itu biasanya diiringi oleh lagu atau nyanyi-nyanyian.

Dalam seni tari, terdapat unsur-unsur keindahan yang meliputi wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa.

Apaa pengertian wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa dalam seni tari? Yuk, cari tahu kunci jawabannya!

Unsur-Unsur Keindahan Seni Tari

Wiraga

Wiraga berarti raga atau tubuh. Dengan begitu, para penari mampu menguasai penampilan tiap gerakan tubuh.

Gerakan itu meliputi kaki sampai kepala yang diekspresikan dengan iringan yang tepat.

Mulai dari ketepatan waktu, keteptan gerakan, tempo, dan perubahan gerak.

Wirama

Wirama berarti ritme atau tempo. Para penari harus mampu menggerakkan tubuh sesuai dengan musik dan tempo.

Selain itu, gerakan dan iringan musik juga harus saling berkaitan agar pesan yang disampaikan bisa tertangkap dengan baik.

Wirasa

Wirasa berarti mengekspresikan perasaan yang bisa dilakukan melalui gerak dan raut muka.

Salah satu unsur keindahan tari adalah wirasa. Berarti mengekspresikan perasaan yang bisa dilakukan melalui gerak dan raut muka.

Baca Juga:

Contoh Sikap yang Sesuai dengan Pancasila Sila Ke-1 Hingga Ke-5 di Sekolah

Dengan begitu, pesan pun bisa tersampaikan dengan baik ke penonton. Contohnya sedih, marah, atau gembira.

Wirupa

Wirupa berarti rupa atau wujud. Unsur ini memberikan kejelasan pesan yang ingin disampaikan melalui warna, busana, dan riasan penari.

Pengertian dan Contoh Ragam Tarian di Indonesia: Tari Kreasi Daerah, Tari Kreasi Modern, dan Tari Kreasi Kontemporer

Salah satu budaya yang terkenal dari Indonesia adalah tarian daerah dari berbagai wilayah atau dari provinsinya.

Tarian daerah ini dapat dikreasikan dengan berbagai gerakan, sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

Misalnya saja kreasi atau perubahan dari gerakan yang dilakukan.

Nah, perubahan atau penambahan pada tarian daerah ini disebut sebagai kreasi tarian, yang dibagi menjadi tiga.

Kreasi tarian dapat dibagi menjadi tari kreasi daerah, tari kreasi modern, dan tari kreasi kontemporer.

Simak pengertian dan contoh dari masing-masing ragam tarian di Indonesia, yuk!

Tari Kreasi Daerah dan Contohnya

Ragam tarian di Indonesia yang pertama adalah tari kreasi daerah.

Tari kreasi daerah atau tradisional adalah tarian yang mengalami beberapa perubahan dari tari yang dilakukan berdasarkan tradisi.

Salah satu budaya yang terkenal dari Indonesia adalah tarian daerah dari berbagai wilayah atau dari provinsinya.
Sehingga ada perubahan pada bentuk, gerak, dan beberapa hal lain namun tetap memiliki ciri khas tarian daerah itu sendiri.

Beberapa contoh tari kreasi daerah Tari Merak dari Jawa Barat yang memperagakan keindahan burung merak.

Ada juga Tari Kupu-Kupu yang berasal dari Bali dan merupakan bentuk ekspresi dari seekor kupu-kupu biru tua.

Tari Kreasi Modern dan Contohnya

Selain tari kreasi daerah atau tradisional, ragam tarian yang berikutnya adalah tari kreasi modern.

Berbeda dengan tari kreasi daerah yang masih menganut beberapa aturan tarian daerah aslinya, tari kreasi modern tidak memiliki aturan-aturan tertentu.

Dalam tari kreasi modern, tidak ada aturan dalam gerakan, dan berbagai aspek lain dalam tarian.

Fungsi utama dari tari kreasi modern ini adalah untuk mengekspresikan emosi manusia dengan cara bebas.

Sehingga manusia atau pembuat gerakan tari bisa dengan bebas memperlihatkan gerakan-gerakan dalam tarian untuk menunjukkan ekspresinya.

Salah satu tari kreasi modern adalah Tari Kuntulan yang merupakan tarian rakyat di daerah Pemalang.

Tari Kuntulan ini muncul sekitar abad 20, pada masa pergerakan kebangsaan.

Tari Kreasi Kontemporer

Ragam kreasi tarian yang terakhir adalah tari kreasi kontemporer, yaitu tarian yang dibuat atau diciptakan karena adanya permasalahan maupun isu tertentu yang berkembang saat itu.

Biasanya, gerakan yang ada pada tari kreasi kontemporer ini penuh dengan arti dan memiliki gerakan yang unik.

Inilah sebabnya, biasanya diperlukan wawasan yang luas, terutama pada suatu isu yang sedang terjadi untuk bisa memahami arti dari tarian kontemporer.

Selain gerakannya yang unik, musik yang digunakan untuk mengiringi tarian kontemporer juga dapat dikatakan unik.

Salah satu contoh tarian kontemporer adalah Tari Cak Rina yang diciptakan oleh tokoh tari kontemporer asal Indonesia, Sardono W.